Memasang jaringan wireless sebenarnya bukanlah hal yang sukar dilakukan. Dengan beberapa langkah yang tepat, Anda bisa melengkapi jaringan kabel dengan kemampuan wireless. Prosesnya pun sebenarnya tergolong gampang dan tidak memakan waktu - tentu saja jika Anda mengetahui langkah yang tepat.
Pertanyaan sederhana: Mengapa harus wireless?
Teknologi wireless memang memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas. Anda tidak perlu lagi memikirkan posisi kabel ataupun peralatan lainnya. Anda juga bisa memindahkan peralatan dengan mudah, tanpa harus memikirkan masalah kabel.
Semakin banyaknya device yang dilengkapi dengan teknologi wireless juga menjadi daya tarik utama. PDA keluaran terakhir rata-rata menyediakan Wi-Fi, baik built-in ataupun dengan menggunakan modul tambahan (opsional). Notebook keluaran terbaru bahkan sudah menjadikan Wi-Fi sebagai salah satu feature utama.
Dengan fleksibilitas yang ditawarkan, Anda bisa merasa lebih bebas saat menggunakan perangkat wireless. Anda bisa memindahkan notebook dari ruang tamu ke kamar tidur tanpa harus memikirkan kabel yang menghubungkan notebook Anda ke hub/switch. Bagi pengguna PDA yang telah dilengkapi Wi-Fi, Anda kini bisa menggunakan PDA untuk menggantikan koran/buku yang biasa menemani Anda ketika berada di kamar kecil. Terasa aneh memang jika membawa sebuah PDA ke kamar kecil, tetapi hal tersebut memang tidak mustahil dilakukan. Tentu saja, informasi yang diakses dari PDA Anda akan lebih update daripada koran yang biasa Anda baca.
Instalasi: Mudah dengan 9 langkah
CHIP akan membantu Anda melakukan konfigurasi Access Point agar Anda bisa menikmati komunikasi tanpa kabel. Beberapa tips tambahan juga harus Anda simak untuk memastikan jaringan wireless Anda aman dari gangguan dan bisa bekerja maksimal.
1. Memilih Access Point dengan feature yang tepat
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membeli sebuah Access Point yang akan dipasang pada jaringan kabel yang sudah ada. Tentu saja sampai tahap ini, CHIP berharap Anda memiliki jaringan kabel yang sudah bekerja dengan baik.

CHIP menyarankan Anda untuk menggunakan Access Point yang telah mendukung standar 802.11g dengan kecepatan 54 Mbps. Akan lebih baik lagi jika Access Point Anda mendukung standar yang lebih tinggi (108 Mbps).
Feature lain juga harus Anda perhatikan seperti adanya fungsi DHCP Server, MAC Filtering, dan WEP minimal 128 bit. Fungsi tambahan lain seperti dukungan WPA dan konektor antena eksternal bisa menjadi nilai tambah.
2. Memasang Access Point pada Hub atau Switch

3. Saatnya membuka buku manual
Langkah ini sangat penting untuk Anda lakukan, karena setiap Access Point biasanya harus dikonfigurasikan dengan cara yang berbeda-beda. Ada Access Point menyediakan software yang secara otomatis bisa mendeteksi keberadaan Access Point dalam jaringan, namun ada juga Access Point yang mengharuskan Anda menyamakan network komputer terlebih dahulu. Hal ini biasanya diinformasikan dalam buku manual, sehingga Anda wajib untuk membacanya terlebih dahulu.
- Pada umumnya, Anda harus mengganti IP komputer yang akan digunakan untuk mengkonfigurasikan Access Point. IP komputer harus berada pada network yang sama dengan IP Access Point agar Access Point bisa dikonfigurasi. Periksalah buku manual untuk mengetahui IP address default dari Access Point.
- Selanjutnya, ubah IP komputer Anda ke alamat IP yang kosong dan berdekatan dengan alamat IP Access Point. Misalkan IP default Access Point adalah 192.168.1.1, maka Anda bisa menggunakan IP 192.168.1.2 untuk IP komputer.
- Setelah PC dan Access Point berada dalam network yang sama, maka Anda bisa langsung mengkonfigurasikan Access Point tersebut. Periksa lagi buku manual Access Point dan lihat apakah Access Point Anda mendukung web based management. Jika ya, maka Anda hanya perlu memasukkan alamat IP Access Point pada web browser di PC (contohnya: http://192.168.1.1). Seharusnya, browser akan menampilkan interface login untuk mengkonfigurasikan Access Point. Informasi user name dan password default bisa Anda lihat pada buku manual.
- Kasus lain yang mungkin terjadi adalah Access Point Anda tidak mendukung web based management. Jika ya, maka Anda harus menggunakan software khusus yang biasanya disediakan dalam CD pada paket penjualan. Install aplikasi tersebut dan untuk melakukan konfigurasi awal Access Point Anda.




Keamanan data dalam sebuah jaringan wireless merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi data dikirim menggunakan gelombang udara yang tentunya sangat rentan akan penyadapan. Fasilitas enkripsi untuk mengamankan data yang dikirim menjadi hal yang sangat penting.
Wired Equivalency Privacy (WEP) adalah standar yang biasa digunakan untuk mengenkripsi data yang dikirim melalui jaringan wireless. Pastikan Anda mengaktifkan setidaknya WEP dengan tingkat keamanan 128 bit.

Sebagai tambahan, client yang akan melakukan koneksi ke Access Point harus mendukung standar keamanan yang sama dengan yang diaktifkan pada Access Point. Jika Anda mengaktifkan WEP 128 bit, maka semua client Anda harus mengaktifkan WEP 128 bit agar bisa berkomunikasi dengan baik.
9.Mengaktifkan feature MAC Filtering
AC Filtering merupakan feature keamanan yang juga cukup efektif untuk mencegah para penyusup. Feature ini memungkinkan Anda membatas client yang akan bergabung ke dalam jaringan berdasarkan Media Access Control (MAC) Address dari network card client. MAC Address ini unik untuk setiap network card. Jadi, setiap network card pasti memiliki MAC Address yang berbeda.

Anda harus mengetahui MAC Address dari setiap client yang akan diperbolehkan untuk mengakses jaringan dan memasukkannya secara manual ke dalam konfigurasi Access Point. Client yang MAC Address-nya belum didaftarkan tidak akan bisa mengakses jaringan. Informasi MAC Address ini biasanya bisa Anda temukan dengan menggunakan software ataupun melihat kotak/manual dari network card.
Teknologi memang berkembang dengan sangat cepat. Beberapa tahun lalu, standar 802.11b dengan kecepatan 11 dan 22 Mbps sudah menjadi hal yang sangat istimewa. Kini, konsumen menuntut kecepatan yang lebih tinggi. Standar baru, 802.11g menawarkan kecepatan 54 dan 108 Mbps. Angka ini tentunya secara teori sudah lebih tinggi daripada kecepatan koneksi kabel Ethernet biasa (100 Mbps).
Namun, tidak berhenti sampai di sana, para ahli terus mengembangkan berbagai metode optimalisasi gelombang radio agar bisa menghadirkan kecepatan yang lebih tinggi. Beberapa vendor wireless kemudian mengadopsi teknologi True Multiple Input Multiple Output (True MIMO) dari Airgo Networks.

Beberapa vendor mengklaim teknologi True MIMO ini bisa meningkatkan kecepatan 6-8 kali lipat dan jangkauan sampai 3 kali lebih jauh. Uniknya, perangkat yang belum mendukung teknologi True MIMO juga akan mendapatkan peningkatan kinerja jika dikoneksikan ke perangkat True MIMO.
Dalam beberapa waktu ke depan, perangkat dengan teknologi True MIMO ini tampaknya akan segera meramaikan pasar. Harga yang semakin terjangkau dan kecepatan yang semakin tinggi tentunya sangat menarik untuk konsumen.
sumber:http://www.chip.co.id/tips-and-technologies/konfigurasi-access-point-panduan-tepat-9-la-11.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar