Rabu, 04 Agustus 2010
Setting Router Microtik + Speedy di Virtual PC
Ok langkah berikutnya :
1. siapin dulu master Microtik V.2.9 nya kalo lom punya bisa download di : Mikrotik Download asli
2. Install Virtual PC 2004 ato bisa juga pake versi yang terbaru saat ini : silahkan bisa di download di : Dowload Virtual PC
3. Setelah Install Virtual PC selanjutnya buatlah Virtual Mechine, Dengan cara pilih menu Create Virtual Mechince –> Ikuti langkah-langkahnya. dalam tahap ini yang perlu diperhatikan adalah :
a. Pilih Jenis Sistem Operasi (Other ) karena Miekrotik dalam daftar sistem operasi tidak ada.
b. Alokasikan Dimana anda menyimpan Virtual Mechine
c. Alokasikan juga dimana anda meyimpan Virtual Hardisknya.. biasanya akan tersimpan di My Document/Virtual Mechine/NamaSIStem
d. Alokasikan Berapa Besar Virtual RAM (Memori yang digunakan Untuk Mikrotik) disini secukupnya saja karen pengguanan memori ini akan mempengaruhi kinerja Sistem Operasi yang ditumpanginya. untuk tahap ini alokasikan aja sebesar 128MB
e. Setalah Finis
f. Pada List Virtual Mechine yang ada dalam Virtual PC pilih, kemudian Pulih setting , atur pada Alokasi LAN , pastikan LAN card di options Terpilih 2 LAN Card.
g. Ok dan START Virtual Mechin yang baru kita buat.
4. Kaitkan CD pada virtual mechine tadi ke arah File ISO Mikrotik yang sudah kita download. dari menu CD/DVD Release
5. Restart lagi agar boot dari CD/DVD file ISO Mikoritk iso
6. Proses Instalasi seperti biasa. Instal semua komponen dengan memlih [A] kemudian pilih [I] tunggu hingga proses selesai.
7. LOgin ke mikrotik :
User : admin
passrword : {dikosongkan aja}
8. Setting Ip Addres dan Masquerading
IP Address
Bentuk perintah konfigurasi
[admin@mikrotik] > ip address add address={ 192.168.1.254/24 }
[admin@mikrotik] > ip address add address={ 192.168.2.254/24 }
[admin@mikrotik] > interface={ nama interface, ether1 atau ether2
bila ada 2 network card }
Gateway
Bentuk perintah konfigurasi :
[admin@mikrotik] > ip route add gateway={ ip gateway }
Name Server
Bentuk perintah konfigurasi :
[admin@mikrotik] > ip dns set primary-dns={ dns utama }
[admin@mikrotik] > seconday-dns={ dns ke dua }
NAT
[admin@mikrotik] > ip firewall nat add chain=srcnat
action=masquerade out-interface= { ether yang langsung terhubung
ke internet langsung atau public }
9. Uji testing dari clien untuk ping DNS Server Internet
Sumber : http://ab-intermedia.com/2009/06/08/setting-router-microtik-speedy-di-virtual-pc/
Label: Linux, Unix-Etc
Sekedar pembelajaran dan koleksi, untuk mengingat langkah-langkah mensetup mikrotik menjadi sebuah router dengan akses Speedy. Tutorial ini dikutip dari forum diskusi mikrotik.Setting mikrotik ternyata sangat simple, walau tidak free seperti linux. Dari segi harga juga tidak begitu mahal seperti windows server.Modem speedy yang digunakan adalah modem ZyXEL Prestige 650R-31 - router, waktu ditanyakan ke telkom, mereka tidak mengakui adanya modem tersebut (hal yang aneh karena dapatnya modem juga dari telkom sendiri?) dan tentunya Mikrotik OS versi 2.9.6
Setting Modem
Melakukan konfigur modem tidak jauh beda dengan melakukan konfigur pada komputer, modem speedy juga include dengan router, dimana fungsinya sebagai pintu keluarnya data atau sebagai media atau sebagai jalur yang harus dilalui oleh computer lain untuk terhubung dengan Internet.
Hal utama harus tahu IP modem tersebut, secara default rata-rata menggunakan IP 192.168.1.1.Tentunya sebelum itu komputer harus sudah dihubungkan dengan modem, melalui cable yang disertakan pada waktu mengambil modem speedy.Kedua Tanyakan password modem.
1. Ketik http://192.168.1.1 pada browser.......isikan user name dan password secara default root/admin password root/admin/1234 (terdapat dalam buku panduan)
2. Setting LAN
Gunakan IP statik, mudahnya jadikan IP Statiknya menjadi 192.168.1.1, jadi semua gateway client harus mengarah ke router agar client bisa konek ke internet.
3. Setting Wan dan Account Speedy
yaitu setting koneksi ke telkom yang menggunakan jalur Wide Area Network, dalam mengakses WAN Telkom akan di butuhkan Account dan Password PPP, masukkan User Accout dan Password yang telah di berikan oleh telkom,sebelum itu rubah password speedy anda di speedy-telkom
4. save configurasi lalu tunggu beberapa saat, modem akan mendial ke server, setelah berhasil maka coba untuk ping ke salah satu site misal nya ke google, jika request berarti setting Modem Plus Router kita sudah benar, kalau belum berhasil coba isikan dns dikomputer dengan dns dari telkom 202.134.1.10/202.134.1.155. Bila di modem ada fasilitas dns, sebaiknya isikan dengan dns telkom,pada use dns jadikan enable
Sumber : http://aindra.blogspot.com/2008/02/setting-mikrotik-dengan-speedy.html
Bagi yang akan coba-coba install mikrotik tapi ngga punya pc beneran buat uji coba, bisa menggunakan VMware sebagai ganti PC beneran. Berikut cara insatall nya.
1. Cari file iso mikrotik.
2. Langsung aja buka VMwarenya >> klik file new >> virtual mesin >> next pilih tupical >> sampe ketemu gambar seperti ini :
New
Kasih nama virtual mesin serta mau ditaruh dimana image mikrotik ini. Lihat gambar
Name
Pilih tipe koneksi ke komputer beneran kita. Pilih aja seperti gambar dibawah ini:
Network
Masukan besar kapasitas hardisk :
Disk size
Klik aja finish. Karena kita akan menggunakan mikrotik ini untuk router, maka kita membutuhkan lebih dari satu ethernet. Untuk menambah ethernet klik edit virtaul machin settings >> pilih ethernet >> klik add. Hasilnya seperti gambar ini:
add ethernet
Selanjutnya kita akan di berikan bagaimana kita menghubungkan konkesi virtual mikrotik kita dengan pc kita. Berikut gambar pilihanya:
Net Conn
Keterangan:
VMnet0(default Bridged) adalah untuk koneksi ke pc kita jika kita menggunakan switch/hub
VMnet1(Host-only) adalah untuk koneksi dengan menggunakan card VMnet1 yanga ada di pc kita.Lihat di Network properties pc kita.
Netwok pc
Selanjutnya atur cdrom vmware menunjuk ke file iso mikrotik.
cdrom
Klik aja ok. Selanjutnya jalankan vmwarenya dengan klik pada start this virtual machine. Selanjutnya proses instalasi akan berjalan.
Install
Tekan i untuk install. Setelah selesai, kemudian login menggunakan user admin dan passwordnya kosongin aja.
Mikrotik
Senin, 02 Agustus 2010
Setting Modem ADSL Tecom AR1021/AR1031
Setting modem yang satu ini sih gampang saja tidak ada yang sulit :)
Pertama kalian harus isi terlebih dahulu pada komputer / laptop yang kita gunakan
ip address : 192.168.1.2
subnet mask : 255.255.255.0
default gateway : 192.168.1.1
Setelah diisi semua, kita dapat browsing menggunakan Internet explorer pada address masukan [[IP address] default gateway yaitu 192.168.1.1. Kemudian akan muncul login dan password seperti gambar di bawah ini
Lalu username anda isi dengan admin dan password nya kalian isi admin juga.
Setelah itu anda akan masuk ke settingan tecom seperti gambar di bawah ini.
setelah itu pilih menu advancesetup lalu pilih menu wan seperti gambar di bawah ini
kemudian VPI =8 dan VCI=81 lalu pilih next
kemudian akan muncul 5 pilihan seperti gambar diatas kalau anda ingin memakai 1 komputer kalian cukup pilih briding kalau lebih dari 1 komputer kalian pilih PPP over ethernet (PPPoE) sekarang aku pilih untuk memakai satu komputer kita briding lalu next
lalu akan muncul seperti gambar di atas kemudian kita pilih next saja langsung karena menu nya tidak perlu di rubah kemudian akan muncul seperti gambar di bawah ini
lalu kemudian pilih save untuk menyimpan setting yang kita buat tadi
lalu kemudian pilih menu save and reboot maka ia akan sava settingan kita mereboot kembali. Kemudian kita tunggu kurang lebih 2 menit untuk mereboot setelah itu akan kembali seperti semula.
selesai selamat mencoba semoga berhasil.
sumber:http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Setting_Modem_ADSL_Tecom_AR1021/AR1031Rabu, 28 Juli 2010
Instalasi OpenWrt pada EnGenius(Senao) EOC-2610
OpenWrt merupakan firmware open source untuk embedded device yang menggunakan metode packaging agar device dapat dikustomisasi sesuai keinginan.
Metode instalasi OpenWrt ini hampir sama dengan FONERA. Instalasi OpenWrt ini cukup aman, mengingat fimware asli dapat dikembalikan lagi jika sudah tidak ingin menggunakan OpenWrt lagi. Untuk detailnya lihat di sini.
Firmware OpenWrt untuk EOC-2610 yang berbasis pada Atheros WiSOC yaitu:
Langkah-langkah:
- Atur ip address komputer pada subnet 192.168.1.0/24, misal 192.168.1.20 netmask 255.255.255.0.
- Persiapkan TFTP Server, untuk Windows dapat menggunakan TFTPD32. Jika anda menggunakan Ubuntu install paket atftpd dengan: sudo apt-get install atftpd.
- Taruh kedua file firmware OpenWrt pada rootdir TFTP server. Untuk windows, rootdir dapat diatur setelah menjalankan TFTPD32. Untuk Ubuntu, rootdir atftpd server ada di /var/lib/tftpboot (membutuhkan akses root).
- Download utiliti command line untuk RedBoot. Untuk windows download di http://numpang.bkdjombang.com/files/windows/engenius/RedBoot.zip, dan untuk Ubuntu download di http://numpang.bkdjombang.com/files/ubuntu/RedBoot.tar.gz. Ekstrak arsip tersebut ke suatu folder. Untuk Ubuntu, anda perlu juga menginstall putty dengan: sudo apt-get install putty.
- Matikan device, kemudian jalankan utility redboot.cmd/redboot.sh dari arsip pada langkah 4. Kemudian nyalakan kembali device, tunggu hingga jendela putty menampilkan prompt RedBoot>. Jika putty tidak menampilkan prompt tersebut, anda perlu mengulang-ulang langkah ini.
- Ketik perintah-perintah berikut (yang berhuruf tebal):
RedBoot> ip_address -l 192.168.1.1/24 -h 192.168.1.20
IP: 192.168.1.1/255.255.255.0, Gateway: 0.0.0.0
Default server: 192.168.1.20
RedBoot> load -r -b %{FREEMEMLO} openwrt-atheros-vmlinux.lzma
Using default protocol (TFTP)
Raw file loaded 0x80041000-0x80100fff, assumed entry at 0x80041000
RedBoot> fis init -f
About to initialize [format] FLASH image system - continue (y/n)? y
*** Initialize FLASH Image System
... Erase from 0xa8030000-0xa87e0000: ...........................................................................................................................
... Erase from 0xa87e0000-0xa87f0000: .
... Program from 0x80ff0000-0x81000000 at 0xa87e0000: .
RedBoot> fis create256 -r 0x80041000 -e 0x80041000 vmlinux.bin.l7
... Erase from 0xa8030000-0xa80f0000: ............
... Program from 0x80041000-0x80101000 at 0xa8030000: ............
... Erase from 0xa87e0000-0xa87f0000: .
... Program from 0x80ff0000-0x81000000 at 0xa87e0000: .
RedBoot> fis free
0xA80F0000 .. 0xA87E0000 - Perintah fis free di atas digunakan untuk mengkalkulasi ukuran rootfs pada flash, mengingat ukuran kernel/vmlinux dapat berbeda-beda terlebih lagi jika anda meng-kompilasi dan meng-konfigurasi sendiri fimware OpenWrt. Catat alamat awal dan akhir kemudian kalkulasi ukuran rootfs menggunakan calculator. Pada contoh di atas ukuran rootfs = 0xA87E0000 – 0xA80F0000 = 0x6F0000 (parameter -l). Catat juga alamat awal untuk flashing rootfs = 0xA80F0000 (parameter -f). Kemudian lanjutkan dengan perintah-perintah berikut (INGAT, SESUAIKAN PERINTAH-PERINTAH INI SESUAI DENGAN KALKULASI DI ATAS):
RedBoot> load -r -b %{FREEMEMLO} openwrt-atheros-root.squashfs
Using default protocol (TFTP)
Raw file loaded 0x80041000-0x801e0fff, assumed entry at 0x80041000
RedBoot> fis create256 -f 0xa80f0000 -l 0x6f0000 -e 0 rootfs
... Erase from 0xa80f0000-0xa87e0000: ...............................................................................................................
... Program from 0x80041000-0x801e1000 at 0xa80f0000: ..........................
... Erase from 0xa87e0000-0xa87f0000: .
... Program from 0x80ff0000-0x81000000 at 0xa87e0000: .
RedBoot> reset - Device kemudian reboot, coba ping ke ip 192.168.1.1, dan jika sudah tersambung ke ip tersebut, gunakan telnet untuk mengakses shell dan berikan perintah passwd untuk mengganti password device.
- Langkah selanjutnya anda tinggal mengkonfigurasi device. Secara default Backfire 10.03 sudah menyertakan antarmuka web LuCI. Cukup buka browser ke alamat http://192.168.1.1/. Jika anda familiar dengan shell linux, anda bisa menggunakan SSH untuk mengkonfigurasi OpenWrt.
- Dokumentasi konfigurasi OpenWrt lebih lanjut dapat dilihat di http://wiki.openwrt.org/doc/configuring.
Sebagai informasi tambahan, saat ini masih ada beberapa kekurangan OpenWrt pada EOC-2610 yaitu:
- Perintah reboot tidak berfungsi (berfungsi ketika hanya lan saja yang aktif, ketika pertama kali sesudah instalasi, setelah wireless aktif perintah tersebut tidak berfungsi – client mode).
- Tx Power tidak sama dengan firmware asli dari EnGenius (maksimal 19dBm, power offset tidak tersedia).
Alternatif lain, terdapat firmware versi X-Wrt dengan console webif yang menyediakan konfigurasi OpenWrt melalui web browser yang lebih lengkap (vmlinux, rootfs).
sumber;http://tohenk.wordpress.com/2009/11/19/instalasi-openwrt-pada-engeniussenao-eoc-2610/
Selasa, 27 Juli 2010
Langkah-langkah konfigurasi acces point
Memasang jaringan wireless sebenarnya bukanlah hal yang sukar dilakukan. Dengan beberapa langkah yang tepat, Anda bisa melengkapi jaringan kabel dengan kemampuan wireless. Prosesnya pun sebenarnya tergolong gampang dan tidak memakan waktu - tentu saja jika Anda mengetahui langkah yang tepat.
Pertanyaan sederhana: Mengapa harus wireless?
Teknologi wireless memang memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas. Anda tidak perlu lagi memikirkan posisi kabel ataupun peralatan lainnya. Anda juga bisa memindahkan peralatan dengan mudah, tanpa harus memikirkan masalah kabel.
Semakin banyaknya device yang dilengkapi dengan teknologi wireless juga menjadi daya tarik utama. PDA keluaran terakhir rata-rata menyediakan Wi-Fi, baik built-in ataupun dengan menggunakan modul tambahan (opsional). Notebook keluaran terbaru bahkan sudah menjadikan Wi-Fi sebagai salah satu feature utama.
Dengan fleksibilitas yang ditawarkan, Anda bisa merasa lebih bebas saat menggunakan perangkat wireless. Anda bisa memindahkan notebook dari ruang tamu ke kamar tidur tanpa harus memikirkan kabel yang menghubungkan notebook Anda ke hub/switch. Bagi pengguna PDA yang telah dilengkapi Wi-Fi, Anda kini bisa menggunakan PDA untuk menggantikan koran/buku yang biasa menemani Anda ketika berada di kamar kecil. Terasa aneh memang jika membawa sebuah PDA ke kamar kecil, tetapi hal tersebut memang tidak mustahil dilakukan. Tentu saja, informasi yang diakses dari PDA Anda akan lebih update daripada koran yang biasa Anda baca.
Instalasi: Mudah dengan 9 langkah
CHIP akan membantu Anda melakukan konfigurasi Access Point agar Anda bisa menikmati komunikasi tanpa kabel. Beberapa tips tambahan juga harus Anda simak untuk memastikan jaringan wireless Anda aman dari gangguan dan bisa bekerja maksimal.
1. Memilih Access Point dengan feature yang tepat
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membeli sebuah Access Point yang akan dipasang pada jaringan kabel yang sudah ada. Tentu saja sampai tahap ini, CHIP berharap Anda memiliki jaringan kabel yang sudah bekerja dengan baik.

CHIP menyarankan Anda untuk menggunakan Access Point yang telah mendukung standar 802.11g dengan kecepatan 54 Mbps. Akan lebih baik lagi jika Access Point Anda mendukung standar yang lebih tinggi (108 Mbps).
Feature lain juga harus Anda perhatikan seperti adanya fungsi DHCP Server, MAC Filtering, dan WEP minimal 128 bit. Fungsi tambahan lain seperti dukungan WPA dan konektor antena eksternal bisa menjadi nilai tambah.
2. Memasang Access Point pada Hub atau Switch

3. Saatnya membuka buku manual
Langkah ini sangat penting untuk Anda lakukan, karena setiap Access Point biasanya harus dikonfigurasikan dengan cara yang berbeda-beda. Ada Access Point menyediakan software yang secara otomatis bisa mendeteksi keberadaan Access Point dalam jaringan, namun ada juga Access Point yang mengharuskan Anda menyamakan network komputer terlebih dahulu. Hal ini biasanya diinformasikan dalam buku manual, sehingga Anda wajib untuk membacanya terlebih dahulu.
- Pada umumnya, Anda harus mengganti IP komputer yang akan digunakan untuk mengkonfigurasikan Access Point. IP komputer harus berada pada network yang sama dengan IP Access Point agar Access Point bisa dikonfigurasi. Periksalah buku manual untuk mengetahui IP address default dari Access Point.
- Selanjutnya, ubah IP komputer Anda ke alamat IP yang kosong dan berdekatan dengan alamat IP Access Point. Misalkan IP default Access Point adalah 192.168.1.1, maka Anda bisa menggunakan IP 192.168.1.2 untuk IP komputer.
- Setelah PC dan Access Point berada dalam network yang sama, maka Anda bisa langsung mengkonfigurasikan Access Point tersebut. Periksa lagi buku manual Access Point dan lihat apakah Access Point Anda mendukung web based management. Jika ya, maka Anda hanya perlu memasukkan alamat IP Access Point pada web browser di PC (contohnya: http://192.168.1.1). Seharusnya, browser akan menampilkan interface login untuk mengkonfigurasikan Access Point. Informasi user name dan password default bisa Anda lihat pada buku manual.
- Kasus lain yang mungkin terjadi adalah Access Point Anda tidak mendukung web based management. Jika ya, maka Anda harus menggunakan software khusus yang biasanya disediakan dalam CD pada paket penjualan. Install aplikasi tersebut dan untuk melakukan konfigurasi awal Access Point Anda.




Keamanan data dalam sebuah jaringan wireless merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi data dikirim menggunakan gelombang udara yang tentunya sangat rentan akan penyadapan. Fasilitas enkripsi untuk mengamankan data yang dikirim menjadi hal yang sangat penting.
Wired Equivalency Privacy (WEP) adalah standar yang biasa digunakan untuk mengenkripsi data yang dikirim melalui jaringan wireless. Pastikan Anda mengaktifkan setidaknya WEP dengan tingkat keamanan 128 bit.

Sebagai tambahan, client yang akan melakukan koneksi ke Access Point harus mendukung standar keamanan yang sama dengan yang diaktifkan pada Access Point. Jika Anda mengaktifkan WEP 128 bit, maka semua client Anda harus mengaktifkan WEP 128 bit agar bisa berkomunikasi dengan baik.
9.Mengaktifkan feature MAC Filtering
AC Filtering merupakan feature keamanan yang juga cukup efektif untuk mencegah para penyusup. Feature ini memungkinkan Anda membatas client yang akan bergabung ke dalam jaringan berdasarkan Media Access Control (MAC) Address dari network card client. MAC Address ini unik untuk setiap network card. Jadi, setiap network card pasti memiliki MAC Address yang berbeda.

Anda harus mengetahui MAC Address dari setiap client yang akan diperbolehkan untuk mengakses jaringan dan memasukkannya secara manual ke dalam konfigurasi Access Point. Client yang MAC Address-nya belum didaftarkan tidak akan bisa mengakses jaringan. Informasi MAC Address ini biasanya bisa Anda temukan dengan menggunakan software ataupun melihat kotak/manual dari network card.
Teknologi memang berkembang dengan sangat cepat. Beberapa tahun lalu, standar 802.11b dengan kecepatan 11 dan 22 Mbps sudah menjadi hal yang sangat istimewa. Kini, konsumen menuntut kecepatan yang lebih tinggi. Standar baru, 802.11g menawarkan kecepatan 54 dan 108 Mbps. Angka ini tentunya secara teori sudah lebih tinggi daripada kecepatan koneksi kabel Ethernet biasa (100 Mbps).
Namun, tidak berhenti sampai di sana, para ahli terus mengembangkan berbagai metode optimalisasi gelombang radio agar bisa menghadirkan kecepatan yang lebih tinggi. Beberapa vendor wireless kemudian mengadopsi teknologi True Multiple Input Multiple Output (True MIMO) dari Airgo Networks.

Beberapa vendor mengklaim teknologi True MIMO ini bisa meningkatkan kecepatan 6-8 kali lipat dan jangkauan sampai 3 kali lebih jauh. Uniknya, perangkat yang belum mendukung teknologi True MIMO juga akan mendapatkan peningkatan kinerja jika dikoneksikan ke perangkat True MIMO.
Dalam beberapa waktu ke depan, perangkat dengan teknologi True MIMO ini tampaknya akan segera meramaikan pasar. Harga yang semakin terjangkau dan kecepatan yang semakin tinggi tentunya sangat menarik untuk konsumen.
sumber:http://www.chip.co.id/tips-and-technologies/konfigurasi-access-point-panduan-tepat-9-la-11.html
wi-fi
Mengkonfigurasi Access Point WiFi
Access Point secara sederhana adalah hub bagi jaringan wireless baik itu di ruangan, maupun di jaringan dalam kota. Untuk jaringan dalam kota, Access Point ini biasanya di tempatnya di ISP berada pada tower dengan ketinggian 20 meter atau lebih.
Mengkonfigurasi sebuah Access Point pada infrastruktur WiFi pada dasarnya sangat sederhana sekali. Setiap kali kita membeli sebuah Access Point, biasanya dia di sertai CD software untuk mengkonfigurasi Access Point tersebut. Beberapa Access Point bahkan tidak perlu menggunakan software sama sekali untuk mengkonfigurasinya karena dapat menggunakan Web untuk mengkonfigurasinya.
Bagian paling sulit adalah meletakan Access Point di atas tower. Access Point yang murah biasanya di rancang untuk keperluan dalam ruang (indoor) jadi tidak dibuat untuk di letakan di atas tower dengan hujan dan angin. Rekan-rekan biasanya memasukan Access Point ini ke dalam kotak plastik seperti Tupperware supaya tahan cuaca di atas tower.
Sebuah Access Point pada dasarnya bukan merupakan router tapi merupakan bridge dari sebuah jaringan LAN, oleh karena itu client wireless sebetulnya dapat secara transparent berkomunikasi dengan client yang berada di jaringan LAN.
Pada dasarnya ada dua (2) konfigurasi utama yang perlu dilakukan pada sebuah Access Point agar dapat beroperasi dengan benar, yaitu:
- Konfigurasi Radio dengan mensetup ESSID, channel, dan nama dari Access Point.
- Konfigurasi TCP/IP, setup IP address, netmask, dan gateway. Jika ada DHCP server di sekitar jaringan maka sebagian Access Point dapat di set untuk memperoleh IP address dari DHCP server secara automatis.
Dengan dua (2) konfigurasi atas sebetulnya sudah cukup bagi sebuah access point untuk dapat beroperasi. Akan tetapi untuk mengamankan operasi Access Point, maka biasanya dia di lengkapi dengan fasilitas,
- MAC Filtering, untuk memfilter agar hanya card WLAN dengan MAC address tertentu saja yang dapat terhubung ke Access Point.
- Wired Equivalent Privacy (WEP), untuk mengenkripsi semua paket yang dikirim melalui radio agar orang lain tidak bisa melihat apa yang kita komunikasikan.
- WPA, untuk authentikasi client yang tersambung.
Sayangnya, mengaktifkan WEP akan sangat menjatuhkan performance dari Access Point karena Access Point harus bekerja keras untuk meng-enkrip dan men-dekrip paket yang dikirim.
Beberapa Contoh Konfigurasi Access Point
- Konfigurasi Access Point Linksys WRT54G
- Konfigurasi Access Point SMC2655W
- Konfigurasi Access Point Planet WAP-1965 Menggunakan Software Bawaan
- Konfigurasi Access Point Planet WAP-1965 Menggunakan Web
- Konfigurasi Access Point Linksys WET11
- Konfigurasi Access Point Linksys WET11 Menggunakan Web
- Konfigurasi Access Point Linksys WET54G
- Konfigurasi Access Point LevelOne
- Konfigurasi Access point Planet WAP-4000
- Melihat Log Access Point
- Konfigurasi Access Point untuk Jaringan Yang Padat
SUMBER:http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Mengkonfigurasi_Access_Point_WiFi
Senin, 26 Juli 2010
SERAT OPTIK
Serat optik terbuat dari bahan dielektrik berbentuk seperti kaca (glass). Di dalam serat inilah energi cahaya yang dibangkitkan oleh sumber cahaya disalurkan (ditransmisikan) sehingga dapat diterima di ujung unit penerima (receiver).
Struktur Serat Optik pada umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core), dimana gelombang cahaya yang dikirimkan akan merambat dan mempunyai indeks bias lebih besar dari lapisan kedua. Terbuat dari kaca (glass) yang berdiameter antara 2 ~125 mm, dalam hal ini tergantung dari jenis serat optiknya.
2. Bagian yang kedua dinamakan lapisan selimut (Cladding), dimana bagian ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks bias lebih kecil dibandingkan dengan bagian inti. Terbuat dari kaca yang berdiameter antara 5 ~ 250 mm, juga tergantung dari jenis serat optiknya.
3. Bagian yang ketiga dinamakan lapisan jaket (Coating), dimana bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan plastik yang elastis
Gambar 2.1 Struktur Serat Optik
Jenis – Jenis Kabel Serat Optik
Menurut jenisnya, kabel serat optik dibedakan menjadi 3 macam :
a. Single Mode Fiber

Pada single mode fiber, terlihat pada gambar bahwa index bias akan berubah dengan segera pada batas antara core dan cladding (step index). Bahannya terbuat dari silica glass baik untuk cladding maupun corenya. Diameter core jauh lebih kecil 10 mm) dibandingkan dengan diameter cladding, konstruksi demikian dibuat untuk mengurangi rugi-rugi transmisi akibat adanya fading. Single mode fiber sangat baik digunakan untuk menyalurkan informasi jarak jauh karena di samping rugi-rugi transmisi yang kecil juga mempunyai band frkuensi yang lebar. Misalnya untuk ukuran 10/125 mm, pada panjang gelombang cahaya 1300 nm, redaman maksimumnya 0,4 – 0,5 dB/km dan lebar band frekwensi minimum untuk 1 km sebesar 10 GHz.. Perambatan cahaya dalam single mode fiber adalah sebagai berikut

Single mode fiber dapat juga dibuat dengan index bias yang berubah secara perlahanlahan (graded index).
b. Multimode Step Index Fiber

Serat optik ini pada dasarnya mempunyai diameter core yang besar (50 – 400 um) dibandingkan dengan diameter cladding (125 – 500 um). Sama halnya dengan single mode fiber, pada serat optik ini terjadi perubahan index bias dengan segera (step index) pada batas antara core dan cladding. Diameter core yang besar (50 – 400 um) digunakan untuk menaikkan effisiensi coupling pada sumber cahaya yang tidak koheren seperti LED. Karakteristik penampilan serat optik ini sangat bergantung pada macam material/bahan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan prosentase bahan silica pada serat optik ini akan meningkatkan penampilan (performance). Tetapi jenis serat optik ini tidak populer karena meskipun kadar silicanya ditingkatkan, rugi-rugi dispersi sewaktu transmit tetap besar, sehingga hanya baik digunakan untuk menyalurkan data/informasi dengan kecepatan rendah dan jarak relatif dekat. Perambatan gelombang pada multimode step index fiber sebagai berikut :

c. Multimode Graded index

Multimode graded index dibuat dengan menggunakan bahan multi component glass atau dapat juga dengan silica glass baik untuk core maupun claddingnya. Pada serat optik tipe ini, indeks bias berubah secara perlahan-lahan (graded index multimode). Indeks bias inti berubah mengecil perlahan mulai dari pusat core sampai batas antara core dengan cladding. Makin mengecilnya indeks bias ini menyebabkan kecepatan rambat cahaya akan semakin tinggi dan akan berakibat dispersi waktu antara berbagai mode cahaya yang merambat akan berkurang dan pada akhirnya semua mode cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaan di penerima (ujung serat optik). Diameter core jenis serat optik ini lebih kecil dibandingkan dengan diameter core jenis serat optic Multimode Step Index, yaitu 30 – 60 um untuk core dan 100 – 150 um untuk claddingnya.
Biaya pembuatan jenis serat optik ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan jenis Single mode. Rugi-rugi transmisi minimum adalah sebesar 0,70 dB/km pada panjang gelombang 1,18 um dan lebar band frekwensi 150 MHz sampai dengan 2 GHz. Oleh karenanya jenis serat optik ini sangat ideal untuk menyalurkan informasi pada jarak menengah dengan menggunakan sumber cahaya LED maupun LASER, di samping juga penyambungannya yang relatif mudah. Perambatan gelombang cahaya pada jenis serat optik ini sebagai berikut :

Saat ini ada empat macam tipe yang sering digunakan berdasarkan ITU-T (International
Telecommunication
1) G.652 - Standar Single Mode Fiber
2) G.653 – Dispersion-shifted single mode fiber
3) G.653 – Characteristics of cut-off shifted mode fiber cable
4) G.655 – Dispertion-shifted non zero Dispertion fiber.
Tipe fiber G.652 adalah tipe fiber yang sering digunakan saat ini dan semua tipe dari tipe fiber yang ada sekarang ini menyesuaikan dengan type G.652. Saat ini tipe dari jenis fiber single mode ini dapat digunakan pada STM-1 (155 Mbit/s) untuk mencakup jarak lebih dari 1280 km tanpa menggunakan repeater (pengulang/penguat) dan pada STM 4 (622 Mbit/s) digunakan untuk jarak lebih dari 160 km dengan memakai amplifier fiber optik. Menurut ITU-T jarak yang dapat dicakup untuk STM 16 adalah sebesar 160 km, tetapi jarak tersebut hanya dapat dicapai dengan menggunakan post amplifier (penguat) optic dan pre-amplifier sedangkan untuk STM 64 jarak yang dapat dicakup adalah sebesar 40 – 80 km.
Karakteristik Serat Optik
a. Numerical Aperture (NA)
Numerical Aperture merupakan parameter yang merepresentasikan sudut penerimaan maksimum dimana berkas cahaya masih bisa diterima dan merambat didalam inti serat. Sudut penerimaan ini dapat beraneka macam tergantung kepada karakteristik indeks bias inti dan selubung serat optik.

Jika sudut datang berkas cahaya lebih besar dari NA atau sudut kritis maka berkas tidak akan dipantulkan kembali ke dalam serat melainkan akan menembus cladding dan akan keluar dari serat. Semakin besar NA maka semakin banyak jumlah cahaya yang diterima oleh serat. Akan tetapi sebanding dengan kenaikan NA menyebabkan lebar pita berkurang, dan rugi penyebaran serta penyerapan akan bertambah. Oleh karena itu, nilai NA besar hanya baik untuk aplikasi jarak-pendek dengan kecepatan rendah. Besarnya Numerical Aperture (NA) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :

b. Redaman
Redaman/atenuasi serat optik merupakan karakteristik penting yang harus diperhatikan mengingat kaitannya dalam menentukan jarak pengulang (repeater), jenis pemancar dan penerima optik yang harus digunakan. Besarnya atenuasi atau rugi-rugi daya dinyatakan oleh persamaan berikut :

Redaman serat biasanya disebabkan oleh karena penyerapan/absorpsi energi sinyal oleh bahan, efek scattering/penghamburan dan pengaruh radiasi/pembengkokan. Semakin besar atenuasi berarti semakin sedikit cahaya yang dapat mencapai detektor dan dengan demikian semakin pendek kemungkinan jarak span antar pengulang.
c. Dispersi
Dispersi adalah pelebaran pulsa yang terjadi ketika sinyal merambat melalui nsepanjang
serat optik. Dispersi akan membatasi lebar pita (bandwidth) dari serat. Dispersi yang terjadi pada serat secara garis besar ada dua yaitu dispersi intermodal dan dispersi intramodal dikenal dengan nama lain dispersi kromatik disebabkan oleh dispersi material dan dispersi wavegiude.
Keuntungan dan Kerugian Serat Optik
a. Keuntungan Serat Optik
1. Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar).
Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah frekuensi yang tinggi yaitu sekitar 10^13 Hz sampai dengan 10^16 Hz, sehingga informasi yang dibawa akan menjadi banyak.
2. Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.
3. Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat dari kaca atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari interferensi
4. Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi. Kemampuan fiber optik
dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat cocok untuk pengiriman sinyal digital
pada sistem multipleks digital dengan kecepatan beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.
5. Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan.
Diameter inti fiber optik berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis.
6. Tidak mengalirkan arus listrik
Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak dapat dialiri arus listrik (terhindar dari terjadinya hubungan pendek)
7. Sistem dapat diandalkan (20 – 30 tahun) dan mudah pemeliharaannya.
b. Kerugian Serat Optik
1. Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya diperlukan lapisan penguat sebagai proteksi.
2. Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan dari luar yang berlebihan
3. Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat memberikan catuan pada pemasangan repeater.
sumber: http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=23%3Asistem-komunikasi-optik&id=410%3Aserat-optik&option=com_content&Itemid=15
Sistem Komunikasi Serat Optik
Pendahuluan
Perkembangan dan penerapan teknologi telekomunikasi dunia yang berkembang dengan cepat, secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan sistem telekomunikasi Indonesia. Beroperasinya satelit telekomunikasi Palapa dan kemudian pemakaian SKSO (Sistem Komunikasi Serat Optik) di Indonesia merupakan bukti bahwa Indonesia juga mengikuti dan mempergunakan teknologi ini di bidang telekomunikasi.
Tidak disangkal lagi bahwa serat optik akan memberikan kemungkinan yang lebih baik bagi jaringan telekomunikasi. Serat optik adalah salah satu media transmisi yang dapat menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dengan keandalan yang tinggi. Berlainan dengan media transmisi lainnya, maka pada serat optik gelombang pembawanya tidak merupakan gelombang elektromagnet atau listrik, akan tetapi merupakan sinar/cahaya laser.
Sistem telekomunikasi ini sebenarnya sudah diteliti sejak lama, tetapi karena banyaknya kesulitan atau hambatan yang timbul terutama di dalam usaha menghilangkan kotoran dalam pembuatan serat optik. Kotoran di dalam serat optik dapat mengakibatkan rugi-rugi transmisi dan dispersi yang tidak sempurna.
Sebagaimana namanya maka serat optik dibuat dari gelas silika dengan penampang berbentuk lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya. Pembuatan serat optik dilakukan dengan cara menarik bahan gelas kental-cair sehingga dapat diperoleh serabut/serat gelas dengan penampang tertentu. Proses ini dikerjakan dalam keadaan bahan gelas yang panas. Yang terpenting dalam pembuatan serat optik adalah menjaga agar perbandingan relatif antara bermacam lapisan tidak berubah sebagai akibat tarikan. Proses pembungkusan seperti pemberian bahan pelindung atau proses pembuatan satu ikat kabel yang terdiri atas beberapa buah hingga ratusan kabel pengerjaannya tidak berbeda dengan pembuatan kabel biasa.
Keunggulan Transmisi Serat Optik
Sistem transmisi serat optik ini dibandingkan dengan teknologi transmisi yang lain mempunyai beberapa kelebihan, antara lain :- Redaman transmisi yang kecil.
- Bidang frekuensi yang lebar
- Ukurannya kecil dan ringan
- Tidak ada interferensi
- Kelebihan lain, antara lain
Sistem telekomunikasi serat optik mempunyai redaman transmisi per km relatif kecil dibandingkan dengan transmisi lainnya, seperti kabel coaxial ataupun kabel PCM. Ini berarti serat optik sangat sesuai untuk dipergunakan pada telekomunikasi jarak jauh, sebab hanya membutuhkan repeater yang jumlahnya lebih sedikit.
Secara teoritis serat optik dapat dipergunakan dengan kecepatan yang tinggi, hingga mencapai beberapa Gigabit/detik. Dengan demikian sistem ini dapat dipergunakan untuk membawa sinyal informasi dalam jumlah yang besar hanya dalam satu buah serat optik yang halus.
Dengan demikian sangat memudahkan pengangkutan pemasangan di lokasi. Misalnya dapat dipasang dengan kabel lama, tanpa harus membuat lubang polongan yang baru.
Hal ini disebabkan sistem transmisi serat optik mempergunakan sinar/cahaya laser sebagai gelombang pembawanya. Sebagai akibatnya akan bebas dari cakap silang (cross talk) yang sering terjadi pada kabel biasa. Atau dengan perkataan lain kualitas transmisi atau telekomunikasi yang dihasilkan lebih baik dibandingkan transmisi dengan kabel. Dengan tidak terjadinya interferensi akan memungkinkan kabel serat optik dipasang pada jaringan tenaga listrik tegangan tinggi (high voltage) tanpa khawatir adanya gangguan yang disebabkan oleh tegangan tinggi.
| Kabel Coaxial | Kabel Serat Optik | |
| Delay | 0.005 ms/km | 0.048 ms/km |
| Keamanan | - aman dari penyadapan - tidak dapat di jamming | - aman dari penyadapan - tidak dapat di jamming |
| Penambahan kanal Kapasitas kanal Transmisi TV Broadcast Transmisi data Umur sistem MTBF | memasang kabel baru sedang-besar baik, tidak ekonomis tidak dapat baik, tidak praktis lebih dari 25 tahun ± 10 tahun | memasang kabel baru sedang-besar sekali baik dan ekonomis tidak dapat baiksekali lebih dari 25 tahun ± 10 tahun |
Prinsip Kerja Transmisi pada Serat Optik
Tugas untuk merubah sinyal listrik ke gelombang cahaya atau kebalikannya dapat dilakukan oleh komponen elektronik yang dikenal dengan nama komponen optoelectronic pada setiap ujung serat optik.
Dalam perjalanannya dari transmitter menuju ke receiver akan terjadi redaman cahaya di sepanjang kabel serat optik dan konektor-konektornya (sambungan). Karena itu bila jarak ini terlalu jauh akan diperlukan sebuah atau beberapa repeater yang bertugas untuk memperkuat gelombang cahaya yang telah mengalami redaman.
Jenis Serat Optik
Berdasarkan sifat karakteristiknya maka jenis serat optik secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 yaitu :- Multimode
Pada jenis serat optik ini penjalaran cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya terjadi dengan melalui beberapa lintasan cahaya, karena itu disebut multimode. Diameter inti (core) sesuai dengan rekomendasi dari CCITT G.651 sebesar 50 m m dan dilapisi oleh jaket selubung (cladding) dengan diameter 125 m m.
Sedangkan berdasarkan susunan index biasnya serat optik multimode memiliki dua profil yaitu graded index dan step index. Pada serat graded index, serat optik mempunyai index bias cahaya yang merupakan fungsi dari jarak terhadap sumbu/poros serat optik. Dengan demikian cahaya yang menjalar melalui beberapa lintasan pada akhirnya akan sampai pada ujung lainnya pada waktu yang bersamaan. Berlainan dengan graded index, maka pada serat optik step index (mempunyai index bias cahaya sama) sinar yang menjalar pada sumbu akan sampai pada ujung lainnya dahulu (dispersi) Hal ini dapat terjadi karena lintasan yang melalui poros lebih pendek dibandingkan sinar yang mengalami pemantulan pada dinding serat optik. Sebagai hasilnya terjadi pelebaran pulsa atau dengan kata lain mengurangi lebar bidang frekuensi. Oleh karena itu secara praktis hanya serat optik graded index sajalah yang dipergunakan sebagai saluran transmisi serat optik multimode.
- Single Mode
( Mbit/dt ) | multimode | singlemode |
| 280 420 565 | 20 15 10 | 35 33 31 |
sumber:http://elektroindonesia.com/elektro/el0400b.html
SERAT OPTIK
Serat optik adalah merupakan saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED[1]. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi serat optik saat ini, telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian serat optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi[2]. Pada prinsipnya serat optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.
Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.
Kelebihan Serat Optik
Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain[3] :
- Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
- Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
- Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
- Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
- Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
- Tidak berkarat
Kabel Serat Optik
Secara garis besar kabel serat optik terdiri dari 2 bagian utama, yaitu cladding dan core [4]. Cladding adalah selubung dari inti (core). Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.
Dalam aplikasinya serat optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin yang disebut dengan jacket, biasanya berbahan plastik. Lapisan ini dapat menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak memberikan peningkatan terhadap sifat gelombang pandu optik pada kabel tersebut. Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Serta hal ini dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin terjadi[2].
Pembagian serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :
1. Berdasarkan mode yang dirambatkan[5] :
- Single mode : serat optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron), diameter intinya sangat sempit mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding selongsong (cladding). Bahagian inti serat optik single-mode terbuat dari bahan kaca silika (SiO2) dengan sejumlah kecil kaca Germania (GeO2) untuk meningkatkan indeks biasnya. Untuk mendapatkan performa yang baik pada kabel ini, biasanya untuk ukuran selongsongnya adalah sekitar 15 kali dari ukuran inti (sekitar 125 mikron). Kabel untuk jenis ini paling mahal, tetapi memiliki pelemahan (kurang dari 0.35dB per kilometer), sehingga memungkin kecepatan yang sangat tinggi dari jarak yang sangat jauh. Standar terbaru untuk kabel ini adalah ITU-T G.652D, dan G.657[6].
- Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.
2. Berdasarkan indeks bias core[3] :
- Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
- Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan
Pelemahan
Pelemahan (Attenuation) cahaya sangat penting diketahui terutama dalam merancang sistem telekomunikasi serat optik itu sendiri. Pelemahan cahaya dalam serat optik adalah adanya penurunan rata-rata daya optik pada kabel serat optik, biasanya diekspresikan dalam decibel (dB) tanpa tanda negatif. Berikut ini beberapa hal yang menyumbang kepada pelemahan cahaya pada serat optik[7]:
- Penyerapan (Absorption)
Kehilangan cahaya yang disebabkan adanya kotoran dalam serat optik. - Penyebaran (Scattering)
- Kehilangan radiasi (radiative losses)
Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.
Kode warna pada kabel serat optik
Selubung luar
Dalam standarisasinya kode warna dari selubung luar (jacket) kabel serat optik jenis Patch Cord adalah sebagai berikut:
| Warna selubung luar/jacket | Artinya |
|---|---|
| Kuning | serat optik single-mode |
| Oren | serat optik multi-mode |
| Aqua | Optimal laser 10 giga 50/125 mikrometer serat optik multi-mode |
| Abu-Abu | Kode warna serat optik multi-mode, yang tidak digunakan lagi |
| Biru | Kadang masih digunakan dalam model perancangan |
Konektor
Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal atau disebut juga konektor, biasanya memiliki tipe standar seperti berikut:
- FC (Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
- SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
- ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
- Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.
- D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
- SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
- E200
Selanjutnya jenis-jenis konektor tipe kecil:
- LC
- SMU
- SC-DC
Selain itu pada konektor tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan maksud sebagai berikut:
| Warna Konektor | Arti | Keterangan | |
|---|---|---|---|
| Biru | Physical Contact (PC), 0° | yang paling umum digunkan untuk serat optik single-mode. | |
| Hijau | Angle Polished (APC), 8° | sudah tidak digunakan lagi untuk serat optik multi-mode | |
| Hitam | Physical Contact (PC), 0° | ||
| Abu-abu, | Krem | Physical Contact (PC), 0° | serat optik multi-mode |
| Putih | Physical Contact (PC), 0° | ||
| Merah | Penggunaan khusus | ||
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Serat_optik
